Showing posts with label isLamic. Show all posts
Showing posts with label isLamic. Show all posts

Wednesday, July 14, 2010

beragama??

bismillah.

iseng2 lagi baca buku pinjeman temen yang belum juga dibalikin ke si empunya dan aku menemukan satu bahasan yang sangat menarik. simpel tapi oke buat mengingatkan aku banget. ada satu sub judul dari sub bab dibuku itu yang menerangkan soal "beragama".
maksud dari tulisan itu makna nya lebih ke seseorang yang dikatakan kondisi agamanya baik ato enggak. hmmmm...
seseorang yang dibilang agamanya baik/ bagus, seringkali dapet sebutan ALIM dari lingkungannya. dan kita (*lebih tepatnya gw ^^) menilai seseorang itu alim ato enggak, seringkali melihat dari kuantitas ibadah2 nya. selama orang itu rajin sholat, seringnya dia ngaji, puasa, zakat, infak, ikutan kegiatan-kegiatan keagamaan, jumlah hafalannya, dll. (*iya gak sih?). yaa karna emang itu yang nampak.


nah, di buku ini, seorang ulama bilang kalo kita gak mungkin bisa mengetahui ke-beragama-an seseorang melalui shalat dan puasa dan ritual agama yang lainnya saja. tapi kita juga perlu melihat dari beberapa hal pada dirinya.

1. bagaimana akhlak dia terutama dalam pemenuhan hak-hak orang lain. Pemenuhan hak-hak orang lain (*<-- bisa di klik ^^). hmmmm.. (*lagi).
ya, nge-jleb banget tuh buat aku yang tergolong makhluk yang tidak peka dan egois. tidak peka akan kebutuhan  dan hak-hak orang lain.. v_v

2. truss. ada lagi nih. dari Imam Abu 'Abdillah, beliau bilang:
"amatilah kebenaran bicara dan penunaian amanat nya".  
 
''Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.'' (Hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban). 

(*yang ini juga gak kalah nge-jleb nya ^^)


ya, ya, ya,..
gak ada yang kebetulan aku baca bahasan ini. Allah emang keren banget kirimin pesan2 Cinta Nya.. huhuhu.

seringkali aku lupa soal hal-hal kecil kayak gini. apalagi kalo lagi ada hal-hal yang memberatkan pikiran n hati. udah berasa paling oke n parah aja masalah yang dihadapi dan akhirnya jadi lupa deh sama ligkungan sekitar yang masih perlu kita penuhi haknya.

huhuhu.. maafkan ya sodara2 ku...


mungkin masih banyak lagi sebenernya yang bisa kita perhatiin untuk bisa menilai diri mengenai ke-beragama-an kita. tapi, 3 hal di atas menurut ku udah cukup bisa dijadiin judul besar dari hal2 yang bisa kita pake buat mengukur ke-beragama-an kita selama ini, selain melihat dari kuantitas ibadah2 langsung ke Allah swt ya. pastinya sebagai modal kita buat terus memperbaiki diri, menjadikan diri lebih baik. dimata Allah swt tentunya.

yuk marii,, 
semoga kita bisa selalu dalam keadaan "beragama" sampe akhir hayat. Husnul Khotimah. Amin. d^^b


*dari buku Kado Pernikahan... ust. Fauzil Adhim

Tuesday, November 10, 2009

pewaris surga.. *aamin

bismillah,
diperjalanan aku beraktifitas beberapa waktu lalu, rute yang paaannjaangg dan laaamaa (*iklan coki2) membuat aku memilih mendengarkan mp3 untuk mengisi perjalanan ku itu.
lagu-lagu yang ada di list mp3 ku sebenernya gak pernah berubah. itu-itu aja. termasuk lagu pewaris surga nya opick. lagu ini sudah biasa aku dengar. tapi hari itu, aku menjadi tertegun waktu ngedengerinnya lagi. liriknya buat aku sadar dan pastinya (alhamdulillah) jadi termotivasi mendadak untuk beribadah. (*huehehe kemane aje si gw). dasar manusia ya, emang baru akan tambah semangat kalo udah dikasih reward yang jelas. sambil ngedengerin lagu itu, otakku pun berputar untuk mencari implikasi (*bah, bahasa apa pula itu) atau aplikasinya di kehidupan sehari-hari. lagu ini OKE banget bisa ngingetin kita semua tentang apa yang sudah Allah swt firmankan dalam Al-qur'an dalam bentuk kemasan yang menarik menggugah jiwa lah pokoke.. *halah2

mereka adalah pewaris surga
manusia yang disayangi Allah
alangkah indah bila hati mengenangnya
tanda-tanda ada tujuh di hidupnya


yang pertama orang yang beriman kepada Allah
iman di hati mulut dan langkahnya
yang kedua orang yang menjauh dari segala
perkara-perkara yang tiada guna
yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya
yang keempat yang menjaga kemaluannya
yang kelima orang yang memelihara amanat
yang keenam orang yang penuhi janjinya
yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga
waktu dan khusyu setiap sholatnya


mereka adalah orang yang dirindu surga
surga firdauslah tempat kembali mereka


menurutmu ada gak sih yang gak berminat untuk masuk surga? aku pikir, semua orang punya tujuan untuk bisa masuk surga. seperti yang sudah kita tau, gak hanya muslim aja bahkan semua manusia (*yang berkeyakinan pada Tuhan) pastinya ingin masuk surga. Surga emang udah jadi GOAL utama manusia selama mereka ngejalanin hidup ini. *sekali lagi, ada gak sih yang gak menjadikan surga menjadi tujuan akhirnya?? aku rasa semuanya pengen masuk surga. hmm, nah, point-nya adalah apakah yang kita lakukan hari ini, apa yang sudah kita lakukan bisa benar-benar mengantarkan kita ke surga?


lagu opick yang satu ini, mengingatkan aku sama firman nya Allah swt QS.Al-mu'minun(23) ayat 1 sampai 11. di dalam ayat itu Allah dengan sangat jelas menyampaikan tujuh tanda orang-orang pewaris surga. orang-orang yang akan masuk surga. buat kamu, anda-anda, yang memang sangat berminat masuk surga, gak usah susah dan bingung-bingung donk ya untuk tau gimana caranya bisa masuk surga. semoga bahasan ini bisa mengingatkan kita semua *termasuk aku dan juga untuk me-review hal-hal yang udah kita lakukan dan memperbaikinya supaya bisa sesuai dengan syarat atau bisa memiliki tanda si pewaris surga ini. aamin.


1. orang yang beriman kepada Allah swt. iman di HATI, MULUT, dan LANGKAHnya.


menurutku nih, aplikasi iman di hati yaitu ketika kita akan melakukan apapun diawali dan didasari dengan niat semata-mata karena Allah swt. Untuk dapet Ridha Allah SWT. Cuma Allah aja. kenapa? karna kita harus inget kalo Surga itu punya Allah aja. dan supaya bisa masuk ke sana kita harus dapet izin dari si pemilik nya donk ya. izin Allah itu ya berupa Ridho Nya. jadi, jadikan Ridho Allah swt sebagai niat. *heuheu, introspeksi diri.
selain itu, hatinya pun selalu tenang karena yakin ada Allah yang selalu menemani di setiap aktivitas dan ketika menghadapi tantangan hidup.

iman di mulut
, berarti apapun yang kita katakan ya harus sesuai dengan perintah Allah swt. buat yang mengaku beriman sama Allah, introspeksi apakah sudah berhasil menggunakan mulutnya untuk menyampaikan hal-hal yang baik yang bisa saling mengingatkan dalam kebenaran dan ketaatan pada Allah swt.


iman dalam langkahnya, yaa.. gak hanya sebatas niat dan diomongin aje. tapi juga lakukan. walaupun Allah swt memang sudah menjamin balasan setimpal ketika sudah berhasil sebatas niat, namun lebih oke lagi kalo kita berhasil mempraktekkannya. menjaga perilaku-perilaku kita agar bisa selalu sesuai dengan apa yang diinginkan si Pemilik Surga supaya kita bisa masuk ke tempat milik Nya. tantangannya adalah kekonsistenan. kalo bahasa "langit"nya sih, yang perjuangan itu untuk bisa istiqomah di jalanNya.


2. orang yang menjauhi dari segala perkara-perkara yang tiada guna dimaksudkan bahwa seorang mukmin haruslah produktif dan selalu bermanfaat pada orang lain.


· Menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna. Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir,hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR.Bukhari-Muslim)
· Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna, yaitu dengan menjaga waktu dan umurnya agar jangan sia-sia. Dari Abu Hurairah r.a. telah berkata, “Telah bersabda Rasulullah saw : “Sebagian kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. “Yang harus selalu diingat manusia dalam hal ini ialah Allah mencatat seluruh perbuatan manusia di dunia (QS.45:29) dan setiap manusia akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya di dunia (QS.17:36). Dan bahwa kematian pasti akan menemui kita, waktunya tidak dapat dimajukan atau ditunda.(QS. 10:49)


3. orang yang menunaikan zakatnya,


Dengan berzakat seorang mukmin:
· Membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta yang berlebihan pada dunia (QS. 9:103) karena dunia ini
· hanyalah suatu permainan dan senda gurau (QS. 29:64) yang seringkali melalaikan manusia dari kehidupan yang kekal di akhirat nanti.(QS.35:5)
· Mensucikan hati sehingga tumbuh sifat-sifat kebaikan dalam hati.(QS.9:103)


4. orang yang menjaga kemaluannya, Menjaga kemaluan dari perbuatan keji (zina).

Zina termasuk dosa besar dan merupakan jalan yang buruk (QS. 17:32). Imam Ahmad berkata, “Saya tidak mengetahui setelah pembunuhan ada dosa besar daripada perzinaan.”
Menahan pandangan dan memelihara kemaluan (QS. 24:30-31). Barangsiapa yang berbuat di luar hal itu, Allah menyebutnya sebagai orang yang melampaui batas.

5. orang yang memelihara amanah,


sehingga tidak berkhianat terhadap amanahnya, orang berkewajiban menjaga barang harus dijaga keamanannya, bukan malah dicuri atau dijual untuk kepentingan diri sendiri dll.


6. orang yang penuhi janjinya,


Bila seseorang tidak memegang amanat dan menepati janji, dikhawatirkan ia termasuk orang-orang munafik,”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara dusta,apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat.”(HR.Syaikhani dari Abu Hurairah r.a.)
Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya akan dijanjikan Allah dengan balasan syurga.(QS. 70:32-35)


7. orang yang menjaga waktu dan khusyuk dalam setiap sholatnya,


Sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman. (QS. 4:103) Selain itu diperintah untuk memelihara sekaligus menegakkan sholat banyak disebutkan dalam al-Qur’an di antaranya QS. 2:43,238; 22:41.
Sholat adalah pembeda antara muslim dan kafir.Telah bersabda Rasulullah saw,”Beda antara muslim dan musyrik atau kafir adalah meninggalkan sholat.” (HR.Muslim)


- Mengerti bacaan-bacaan dalam sholat

· Memusatkan perhatian pada waktu shalat hanya kepada Allah serta dengan mengikhlaskan ketaatan.(QS.7:29)
· Ihsan dalam sholat (lihat catatan hadits)
· Tenang dan konsentrasi


pada sholat, yang penuh dengan doa, yang dalam doa, Rasulullah saw melarang kita tergesa-gesa, sebagaimana sabda beliau dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dkk:


Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan, Maksudnya dengan tergesa-gesa maka bisa jadi ucapan doa tersebut dapat terbalik-balik yang menyebabkan doa tidak dikabulkan.
Balasan bagi orang beriman yang memilki sifat-sifat di atas adalah syurga Firdaus. Umar r.a. meriwayatkan sebuah hadits yang Rasulullah bersabda, “Telah diturunkan kepadaku sepuluh ayat, barangsiapa yang menegakkannya akan mesuk syurga, lalu ia membaca sepuluh ayat ini dari permulaan surat al-Mu’minun.”
Catatan hadits
Dari Umar ra. juga telah berkata, “Ketika kami duduk dekat Rasulullah saw pada suatu hari maka dengan tiba-tiba terlihat oleh kami seorang laki-laki yang memakai pakaian yang sangat putih, berambut sangat hitam, tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya, lalu ia duduk di hadapan Nabi saw dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi saw, kemudian ia berkata ‘Hai Muhammad, jelaskan padaku tentang Islam’. Maka jawab Rasulullah ….. Lalu dia bertanya kembali, ‘Tolong jelaskan padaku tentang iman”. Jawab Nabi, ‘Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,utusan-utusan-Nya, hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada qadar yang baik dan yang buruk’. Orang itu berkata, ‘Engkau benar’. Dia bertanya kembali, ‘Maka beritahukan kepadaku tentang ihsan’. Jawab Nabi saw, ‘Hendaklah engkau beribadah hanya kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya sekalipun engkau tak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihat engkau’. Kemudian orang itu pergi Aku diam sejenak, kemudian Nabi saw berkata, ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?’ Jawabku,’Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui’. Kata Nabi saw,’Dia adalah Jibril as. yang datang kepadamu untu mengajar tentang agamamu.”
semoga kita semua bisa termasuk dalam tanda-tanda pewaris surga ya. ayo, jangan biarkan surga sepi. hehe sayang banget kalo tempat se-OKE itu cuma sedikit yang nikmatin, apalagi cuma anda-anda aja yang nempatin. wah bakalan gak rame. ajakin si gw juga ya ^^


REFERENSI
Ruswandi-mentoring98

Wednesday, October 14, 2009

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum (السلام عليكم as-salāmu `alaykum) merupakan salam dalam Bahasa Arab, dan digunakan oleh kultur Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Untuk yang mengucapkan salam, hukumnya adalah Sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya.

Salam ini juga digunakan oleh kultur Kristen di Timur Tengah yang mempunyai arti “kedamaian dan kesejahteraan” bagi yang mengucapkan salam dan penerima salam tersebut. Salam ini sama dengan salam shalom aleichem dalam bahasa Ibrani.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr Ayat 23: Dialah Allah, tidak ada ilaah (sesembahan) yang layak kecuali Dia, Maha Rajadiraja, yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Mengaruniai rasa aman, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan.

Di dalam ayat ini, As-Salaam (Maha Sejahtera) adalah satu dari Nama-nama Agung Allah SWT. Kini, Kita akan mencoba untuk memahami arti, keutamaan dan penggunaan kata Salam.

Sebelum terbitnya fajar Islam, orang Arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti Hayakallah yang artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup, kemudian Islam memperkenalkan ungkapan Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan bahwa Salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".

Makna

Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan kasih-sayang yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini dapat dijelaskan dengan alasan-alasan berikut ini.

1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih-sayang yang di wujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.

2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.

3. Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada anda, "Aku berdoa semoga kamu sejahtera." Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan(perlakuan)-nya, lidah(lisan)-nya, dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga-diri anda.

Ibnu Al-Arabi di dalam Ahkamul Qur’an mengatakan:
“ Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’ ”

Kesimpulannya bahwa Salam berarti:

* Mengingat (dzikr) Allah SWT,
* Pengingat diri,
* Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim,
* Doa yang istimewa, dan
* Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’

Dalam sebuah Hadits dikatakan:
“ Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya ”

Jika kita memahami Hadits ini saja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Muhammad sangat menekankan penyebaran pengucapan Salam antar sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama diantara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan. Ada beberapa Sabda Muhammad yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh Muslim.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Kamu tidak dapat memasuki Surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang diantara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal." (Muslim)

Abdullah bin Amr RA mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Sahihain)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.”

(Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan."

Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim.

Suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum.” Maka Rasulullah SAW pun membalas dengan ucapan “Wa’alaikum salaam wa rahmah” Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu’alaikum wa rahmatullah” Maka Rasulullah membalas dengan, “Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh” . Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuhu.” Rasulullah SAW menjawab: ”Wa’alaika”.

Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendah-hatian, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan Salam yang ringkas kepadamu, Engkau membalas dengan Salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi Salam yang lengkap kepadamu, aku terkejut Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika.” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an.”

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, membalas Salam dengan tiga frasa (anak kalimat) itu hukumnya Sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Kebijaksanaan membatasi Salam dengan tiga frasa ini karena Salam dimaksudkan sebagai komunikasi ringkas bukannya pembicaraan panjang.

Di dalam ayat ini Allah SWT menggunakan kalimat obyektif tanpa menunjuk subyeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etika membalas penghormatan. Disini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subyek menunjukkan bahwa hal saling memberi salam adalah kebiasaan normal dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu saja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas. Hasan Basri menyimpulkan bahwa:

“ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban”

Disebutkan di dalam Muwattha’ Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami arti penting mengawali mengucapkan salam. Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:

… Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.

Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:

* Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.
* Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.
* Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.
* Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.
* Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).
* Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.

Pengecualian kewajiban menjawab salam:
* Ketika sedang sholat. Membalas ucapan salam ketika sholat membatalkan sholatnya.
* Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.
* Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.

Selanjutnya, Allah SWT menerangkan keutamaan salam di dalam surat Al-An’aam ayat 54:

Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Di ayat ini Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW sehubungan dengan orang-orang beriman yang miskin, yang hampir semuanya menumpang tinggal di tempat para sahabat. Walaupun orang-orang kafir yang kaya meminta agar Rasulullah SAW mengusir para dhuafa’ itu supaya orang-orang kaya itu bisa bersama Rasulullah, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyambut para dhuafa’ Muslim itu dengan ‘Assalamu ‘alaikum’ pada sa’at kedatangan mereka. Hal ini mengandung dua arti: Pertama, menyampaikan penghormatan dari Allah SWT kepada mereka. Ini adalah kehormatan dan penghargaan yang tinggi bagi Muslim yang miskin dan tulus hati. Perlakuan ini menguatkan hati dan menambah semangat mereka. Arti ke-dua, menyampaikan sambutan yang baik yang pantas mereka terima, atas ijin Allah SWT, dengan nyaman, damai dan tenang, meskipun jika mereka membuat beberapa kesalahan.

Semoga Allah SWT menganugerahi kita kesanggupan untuk melaksanakan pengucapan salam dengan semangat islami yang lurus di dalam hidup kita sehari-hari dan dengan melaksanakannya menumbuhkan kasih-sayang dan persatuan diantara kita. Amiin.

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London) Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
http://id.wikipedia.org/wiki/Assalamu_alaikum

Monday, March 16, 2009

DOA KEMENANGAN..

bismillah,

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikan
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami
rukunkan antar hati kami
tunjukkan kami jalan keselamatan
selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
jangan engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
bersihkan hati-hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan, dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
wahai yang menyambung segala yang patah
wahai yang menemani semua yang sendiri
wahai pengaman segala yang takut
wahai penguat segala yang lemah
mudah bagimu memudahkan segala yang susah
wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada Mu amatlah banyak
Engkau maha tau dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
jaga kami dengan mata-Mu yang tiada tidur
lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak terhembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
tak akan sampai kepada kami, langsung ataupun dengan perantara
tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan yang ada pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kamu harapkan dari pada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan Nabi-Mu Muhammad SAW di padang Mahsyar nanti
saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, "ummati, ummati, ummatku, ummatku,"
pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

"ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah atas pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir" (QS. Al-Baqarah: 250)

"ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka" (QS. Al-Baqarah: 201)

Aamin Yaa Rabbal 'Alamiinn..

Tuesday, March 3, 2009

cara hidup sehat versi Rasulullah SAW

Cara Rasulullah menjaga kesehatan
Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:

Pertama, selektif terhadap makanan.
Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran� (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan : �Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan� (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, makan dengan tenang, tuma’ninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang.
Apa hikmahnya ? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

Keempat, cepat tidur dan cepat bangun.
Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30 -120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
Cara tidurnya pun sarat makna, Subhanallah. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.

Kelima, istiqamah melakukan shaum sunnah, di luar shaum Ramadhan.
Karena itu, kita mengenal beberpa shaum sunnah yang beliau anjurkan, seperti Senin & Kamis, Ayyaumul Bith (puasa tiga hari tengah bulan hijriyah, tanggal 13,14,15), shaum Nabi Daud A.S, shaum enam hari di bulan Syawwal, dsb. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, menahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Shaum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Shaum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.
Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Ja’far Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara �memanjakan� mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.
Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej (mengelola) hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Maha Tinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.
Sudahkah kita seperti beliau SAW ? Semoga saja

Monday, March 2, 2009